Inilah Prestasi Jokowi Dari Berbagai Sumber

Banyak kalangan yang menilai kondisi ekonomi nasional semakin memburuk, namun faktanya dalam pemberitaan berbagai media massa gambaran tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Menurut Presiden Joko Widodo, tingkat inflasi menurun dari 8,36 persen pada 2014 menjadi 3,18 persen pada Juli 2018. Prestasi Jokowi tersebut, mampu memperbaiki indikator utama kesejahteraan masyarakat. Ia mengklaim, tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,7 persen menjadi 5,13 persen. Angka kemiskinan juga telah turun dari 11,25 persen pada 2014 menjadi satu digit 9,82 persen pada 2018. Rasio gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan turun pula dari 0,406 menjadi 0,389. Reformasi fiskal dan juga struktural yang sudah dilakukan pemerintah telah mengembalikan Indonesia ke peringkat layak investasi dari seluruh lembaga rating internasional. Bahkan, peringkat kemudahan berusaha (ease if doing business) naik 48 peringkat dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo optimistis prestasi Jokowi bahwa kenaikan dana desa pada tahun depan dapat kembali mengurangi angka kemiskinan di desa. Yang pasti, dana desa akan mengurangi kemiskinan dan yang jelas lajunya harus lebih besar dari sekarang. Tapi kan kemiskinan itu penurunannya bukan hanya dari dana desa, sebab ada 19 kementerian lembaga di Kabinet Pak Jokowi punya program-program di desa yang total anggarannya lebih dari Rp. 500 triliun.

Prestasi Jokowi selanjutnya, Potensi di kalangan orang-orang yang mungkin bisa melebihi capaian tahun ini. Mulai Maret 2017 sampai Maret 2018, tercatat ada penurunan angka kemiskinan sebesar 1,82 juta orang. Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi dalam pidato RAPBN 2019 di Gedung DPR-RI (16/8/2018) mengatakan, dalam rangka percepatan pembangunan di daerah, pemerintah untuk transfer dana daerah dalam RAPBN 2019 sebesar Rp 832,3 triliun. Angka itu naik sampai 9 persen dari perkiraan pada 2018 atau meningkat 45,1 persen dari realisasi pada 2014 yang tercatat sebesar Rp 573,7 triliun. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong industri pertambangan agar menggunakan Biodiesel 20 persen ( B20) sebagai bahan baku mereka. Menurut Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, penggunaan B20 yang diproduksi di dalam negeri akan menekan angka impor yang didominasi oleh bahan baku. Penggunaan B20 memerlukan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi. Akan tetapi, B20 akan lebih banyak menyerap produk nabati di dalam negeri sehingga berpengaruh pada neraca perdagangan yang selama ini kebanyakan defisit. Apalagi, harga komoditas saat ini membaik sehingga Bambang yakin industri pertambangan masih mampu mrnggunakan biodiesel.

Pemerintah akan memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah untuk menggenjot sektor pariwisata di Indonesia. Karena memang, dengan nilai tukar rupiah seperti saat ini, biaya berwisata di Indonesia bagi wisatawan mancanegara (wisman) menjadi lebih murah. Oleh karena itu, percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata, Pelemahan rupiah yang terjadi sebenarnya bisa menjadi hal yang positif bagi pariwisata, khususnya untuk menarik wisman untuk datang ke Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah pernyataan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 100 juta orang. Kalla lebih percaya data Badan Pusat Statistik (BPS) yang lebih valid. Merujuk pada data BPS, ada penurunan angka kemiskinan per Maret 2018, menjadi 9,8 persen dan jumlah orang yang masuk kategori miskin menurun dari 27,7 juta jiwa pada Maret 2017 menjadi 25,95 juta jiwa pada Maret 2018. Mengacu pada data BPS, ada penurunan angka kemiskinan per Maret 2018, menjadi 9,8 persen dan jumlah orang yang masuk kategori miskin menurun dari 27,7 juta jiwa pada Maret 2017 menjadi 25,95 juta jiwa pada Maret 2018. Masih banyak prestasi Jokowi yang mungkin belum tertulis karena memang keterbatasan admin dalam membuat artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *