Tips Perawatan Diare Pada Anak yang Harus Anda Perhatikan

Saat diare yang sangat penting untuk diperhatikan adalah jangan sampai kekurangan cairan dalam tubuh. Kebanyakan kasus diare sendiri biasanya berjangka pendek dan membaik tanpa obat. Perawatan di rumah untuk mengatasi diare pada anak jangka pendek biasanya berhasil dalam beberapa hari. Berikut perawatan pada anak ketika mengalami diare.

Cairan yang Cukup

Anda harus memastikan buah hati Anda minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Walaupun tidak ada makanan padat yang dimakan selama beberapa hari, pastikan anak mengkonsumsi cairan yang cukup.

Ketika anak semakin sering buang tinja, maka konsumsi cairan yang lebih sangat dianjurkan ketimbang makanan. Jika diare sudah mulai berkurang, makanan padat lunak sangat dianjurkan untuk dikonsumsi buah hati Anda.

Namun, yang harus Anda perhatikan Anda tidak bisa memberikan cairan yang mengandung banyak gula karena akan semakin memperburuk kondisi anak saat diare. Air biasa juga tidak bisa menggantikan mineral yang hilang, maka ganti cairan yang hilang dengan minuman rehidrasi oral yang mengandung jumlah cairan, garam, karbohidrat yang tepat untuk mencegah dehidrasi.

Berikan ASI

Jika buah hati Anda masih menyusui, teruskan menyusui secara teratur. Walaupun ASI mengandung laktosa, namun kandungan tersebut tidak akan memperburuk diare anak Anda. Berbeda dengan beberapa zat susu formula yang dapat meningkatkan pencernaan laktosa.

Perhatikan Pemberian Makanan

Jika buah hati Anda mengalami diare setiap empat jam, memberikan makanan berat seperti pisang, nasi, roti panggang tidak akan menjadi masalah. Makanan yang hambar dan mudah dicerna akan membantu mempercepat pemulihan.

Pisang mengandung potassium dan prektin yang dapat mengisi ulang elektrolit penting yang banyak hilang dari tubuh anak ketika mengalami diare. Nasi putih akan membantu mengikat makanan dalam saluran pencernaan pada anak. Hal tersebut akan membantu diare pada anak cepat reda

Jika tida ada perubahan selama 1x 24 jam maka konsultasikan dengan dokter anak Anda. Anda juga harus menghindari lemak setidaknya dalam beberapa hari. Hal tersebut karena lemak tidak akan bertahan cukup lama di usus untuk dicerna.

Lindungi Area Sensitif

Jika anak Anda menggunakan popok, setelah terkena diare lindungi area popok dengan petroleum jelly untuk mencegah iritasi kulit yang akan menyakitkan anak Anda. Anda juga harus mengganti popok lebih sering dibandingkan ketikan buah hati Anda dalam keadaan sehat.

Ketika menggangti popo, jangan lupa untuk membasuh bagian bawah bokong buah hati Anda dengan air biasa. Kemudian bilas dan keringkan dengan handuk bersih dan lembut. Hal tersebut akan mengurangi risiko kulit balita mengalami ruam.

Itulah cara perawatan di rumah untuk mengatasi diare pada anak. Jika diare semakin parah dan tak kunjung berhenti, segera perikasakan buah hati Anda ke dokter atau layanan kesehatan lainnya. Kunjungi situs resmi ORAMI di www.orami.co.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *